LUBUK LINGGAU – Upaya memperkuat sistem pengamanan objek vital dan fasilitas publik terus dilakukan jajaran kepolisian. Sat Samapta Polres Lubuk Linggau mengikuti kegiatan Risk Assessment (Audit Pengamanan) yang digelar Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pam Obvit) Polda Sumatera Selatan, Rabu (11/02/2026), di Hotel Grand Zuri Lubuk Linggau.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memetakan potensi kerawanan serta meminimalisir risiko gangguan keamanan pada sejumlah titik krusial di wilayah hukum Polres Lubuk Linggau. Audit pengamanan tersebut tidak hanya bersifat administratif, melainkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan yang telah berjalan.
Tim Risk Assessment dari Dit Pam Obvit Polda Sumsel dipimpin langsung oleh Plt. Wadir Pam Obvit AKBP Edy Nugroho, didampingi Katim AKBP Raswidiati Anggraini beserta jajaran tim teknis. Kehadiran para perwira menengah tersebut menegaskan keseriusan Polda Sumsel dalam memastikan standar pengamanan objek vital berjalan optimal dan sesuai regulasi yang berlaku.
Dari jajaran Polres Lubuk Linggau, kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat utama yang memiliki peran strategis dalam operasional keamanan, di antaranya Kabag Ops Kompol Robi Sugara, Kasat Samapta AKP Subardi beserta personel operasional, serta Kasat Intelkam AKP Khamdan bersama jajaran.
Dalam arahannya, AKBP Edy Nugroho menekankan bahwa Risk Assessment merupakan instrumen penting untuk mengukur kesiapan sistem pengamanan, baik dari sisi fisik, sarana dan prasarana, hingga standar operasional prosedur (SOP) dalam menghadapi kondisi darurat.
“Objek vital memiliki peran strategis bagi hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, sistem pengamanannya harus terus dievaluasi. Melalui asesmen ini, kita bisa melihat celah keamanan yang ada dan segera melakukan perbaikan demi mencegah terjadinya gangguan kamtibmas,” ujar AKBP Edy Nugroho.
Ia juga menambahkan bahwa perkembangan dinamika sosial dan potensi ancaman menuntut aparat keamanan untuk selalu adaptif. Audit pengamanan menjadi sarana untuk memastikan bahwa seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta mampu bertindak cepat dan tepat apabila terjadi situasi kontinjensi.
Sementara itu, keterlibatan lintas fungsi di Polres Lubuk Linggau menunjukkan sinergitas internal yang solid. Sat Intelkam berperan dalam menyajikan analisa potensi ancaman dan perkiraan keadaan, sedangkan Sat Samapta sebagai pelaksana teknis bertugas memastikan pengamanan fisik di lapangan berjalan sesuai standar. Bag Ops sendiri mengoordinasikan perencanaan serta pengendalian operasional.
Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi melalui Kabag Ops Kompol Robi Sugara menyampaikan bahwa hasil dari Risk Assessment ini akan menjadi dasar evaluasi sekaligus pedoman dalam menyusun rencana pengamanan yang lebih komprehensif dan terintegrasi.
“Kami menyambut baik audit ini agar pola pengamanan yang kami terapkan di berbagai objek vital di Lubuk Linggau benar-benar teruji dan sesuai dengan standar yang ditetapkan Mabes Polri maupun Polda. Ini menjadi momentum untuk memperkuat sistem keamanan yang sudah ada,” ungkap Kompol Robi.
Dengan terlaksananya kegiatan Risk Assessment ini, diharapkan seluruh objek vital di Kota Lubuk Linggau memiliki sistem pengamanan berlapis yang responsif, profesional, dan terstandar. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dan para pengelola fasilitas publik di Kota Lubuk Linggau.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
CALL CENTER 110
"KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM"
Jl. Jend. Sudirman No.KM.4, RW.5, Pahlawan, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
110
tribratanewssumsel@gmail.com
© TRIBRATANEWS POLDA SUMSEL. All Rights Reserved.