• 34Âșc, Sunny

Napi Kasus Narkoba Divonis 12 Tahun Penjara, Tewas Gantung Diri Di Lp Merah Mata Palembang

Internasional
2017-04-18 16:51:53 Dibaca (65)

Tribratanewspoldasumsel.com - RES, 34 thn, seorang Narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Palembang, pada hari Senin tanggal 18 April 2017 sekira pukul 10.30 wib, ditemukan tewas tergantung di dalam kamar mandi salah satu ruang sel tahanan yang beralamat di Merah Mata Kecamatan Sako Palembang, Sumatera Selatan.

 

Warga Jalan Kelapa Gading Kelurahan Tanjung Indah Kecamatan Lubuklinggau 1 Kota Lubuklinggau tersebut, ditemukan tewas setelah tergantung menggunakan seutas kain yang biasa digunakan untuk selimut tidur persisnya di dalam kamar mandi sel kamar 9 sektor A.

 

Kepala Kepolisian Sektor Sako Palembang, Kompol Ahmad Firdaus, menjelaskan, kejadian ini baru diketahui sekira pukul 12.00 wib. Dimana, petugas Lapas mengabarkan kepadanya jika ada warga binaan yang bunuh diri.

 

Dan mendapatkan kabar tersebut, pihaknya bersama petugas Identifikasi pun langsung mendatangi lokasi. Namun, setibanya di sana, korban sudah dievakuasi dan dibawa ke Poliklinik Lapas.

 

Masih ada-ada tanda kehidupan menurut keterangan saksi Hadan yang pertama kali menemukan dan kemudian langsung membawa ke Poliklinik Lapas, jelasnya saat ditemui di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel.

 

Dikatakan Firdaus, korban gantung diri di sela-sela ventilasi pintu kamar mandi sel 9 dengan menggunakan selimut tidur milik korban sendiri.

 

Dan dari hasil penyelidikan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, selama dua bulan belakangan ini korban sering melamun dan berkeluh kesah tidak dibesuk oleh keluarga, terangnya.

 

Masih dikatakan Firdaus, korban merupakan Napi kasus narkoba yang divonis 12 tahun penjara subsider tiga bulan. Korban baru menjalani masa tahanan selama dua tahun.

 

Dan saat ini, korban sudah kita bawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel untuk dilakukan visum, ungkapnya.

 

Sementara itu, Kakanwil Kemenkum HAM Sumsel, Sudirman D Hury, mengatakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh seorang rekan korban di dalam kamar sel, HA. Dan kronologisnya berawal saat sekira pukul 09.30 wib, korban masuk kedalam kamar mandi lalu kemudian ditutup.

 

Namun, setelah setengah jam kemudian, korban juga tak kunjung keluar hingga kemudian diketok-ketok oleh rekannya yang lain yang juga hendak pergi bergantian ke kamar mandi.

 

Setelah diketok berulang-ulang tak kunjung juga ada jawaban, rekannya yang lain termasuk Hasan pun langsung membuka paksa pintu kamar mandi.

 

Saat itu, didapati korban sudah dalam keadaan terduduk dengan leher tergantung kain sarung pada plafon kamar mandi, jelasnya.

 

Karena saat itu masih ada gerakan pada tubuh korban, dikatakan Sudirman, maka rekan-rekan sekamarnya pun langsung menolong dengan mengevakuasi menurunkan korban dan membawanya ke Poliklinik guna mendapatkan pertolongan pertama.

 

Namun, setibanya di Poliklinik dan dilakukan pemeriksaan oleh dokter Lapas ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia hingga kemudian langsung dilaporkan ke Polsekta Sako Palembang yang langsung datang dan melakukan olah TKP, terangnya.

 

Dari kejadian tersebut, dikatakan Sudirman, pihaknya juga sudah mengabari pihak keluarga korban yang berada di Lubuklinggau dan pihak keluarga korban pun sudah meminta agar jenazah diantarkan ke Lubuklinggau.

 

Di dalam kamar sel tahanan korban tersebut, diisi sebanyak 23 orang yang seharusnya 11 orang. Namun, karena faktor crowded hingga akhirnya over kapasitas.

 

Lapas Kelas 1 Palembang yang dibina seharusnya 700 an WBP tapi saat ini terisi 1500 lebih WBP oleh karena itu, kita sedang berupaya untuk mendata seluruh unit pelaksana tekhis Pemasyarakat se Sumsel untuk dapatnya yang crowded didistribusikan ke LP/Rutan lain yang memungkinkan, ungkapnya.

 

 

Opr PID Bid Humas

Bantuan Polisi

Survey

Bagaimana Pelayanan Kepolisian Daerah Sumsel ? ...
Sangat Puas
Puas
     Lihat hasil poling