• 34Âșc, Sunny

Warga Desak PT Waskita Ganti Rugi Kerusakan Akibat Banjir

Internasional
2017-05-16 16:09:24 Dibaca (77)

Tribratanewspoldasumsel.com - Warga korban banjir dari RT 03, 04 dan 05 Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), beramai-ramai mendatangi kantor Camat Kayuagung, pada Senin (15-5-2017) menuntut pelaksana pembangunan Tol Kayuagung-Palembang untuk membayar ganti rugi kerusakan lingkungan dan rumah akibat timbunan tol.

 

Perwakilan masyarakat, Hari Putra mengatakan, setelah PT Waskita membuka Box Culvert (pintu air) sebanyak 3 buah, terbukti air yang menggenangi rumah warga langsung surut.

 

Jadi benar bahwa penyebab banjir yang menggenai ratusan rumah warga itu akibat dari timbunan pembangunan jalan tol, kata Hari di hadapan Camat Kayuagung Dedy Kurniawan SSTP MSi dan perwakilan PT. Waskita.

 

Setelah air surut menurut Hari, bukan berarti masalah langsung selesai begitu saja, warga mengalami kerugian material seperti, dinding, lantai, dan alat elektronik rusak begitu juga kemudian sawah yang gagal tanam akibat terendam banjir.

 

Masyarakat menuntut ganti rugi yang dialami akibat banjir, karena perusahan besar tanpa memperhatikan lingkungan sebelum membangun, ungkap Hari tegas.

 

Disebutkan Hari, dari 3 RT itu, ada 150 rumah terkena banjir, di RT 3, ada 35 rumah, RT 4 sebanyak 56, rumah dan RT 5 sebanyak 59 rumah.

 

Seharusnya proyek jalan tol ini mengedepankan keselamatan lingkungan bukan hanya keselamatan pekerja saja, ujar Hari yang meminta pemerintah dan pihak kontraktor harus bertanggungjawab.

 

Sementara itu, perwakilan pelaksana tol yang diwakili oleh koordinator keamanan, Mulyani, pihaknya siap memberikan ganti rugi atas apa yang dialami warga korban banjir tersebut.

 

Kami siap memberikan ganti rugi terhadap warga, kami cek dulu kelapangan, kita data secara langsung, jumlah kerugiannya, bisa saja ganti rugi itu berupa bahan bangunan atau uang, singkat Mulyani. Camat Kayuagung, Dedi Kurniawan S.STP M.Si meminta masyarakat untuk bersabar, bahwa perusahaan pelaksana tol sudah berusaha menyelesaikan tanggungjawabnya.

 

Hambatan yang dialami perusahaan karena mereka sedang ada transisi peralihan saham dari PT PIM ke Waskita, jika proses peralihan saham ini sudah selesai pasti semuanya cepat terlaksana, terimakasih kepada masyarakat atas pengertianya, yakinlah bahwa pelaksana tol akan bertanggung jawab atas peristiwa ini.

 

Kita juga harus mendukung proyek tol ini, karena ini proyek nasional, terang Dedy yang terbuka menerima kedatangan warga ke kantor camat. Setelah berdialog selama kurang lebih satu jam, selanjutnya Manajemen PT. Waskita bersama masyarakat langsung datang ke lokasi eks banjir.

 

Untuk melakukan pendataan, dari hasil pendataan dari RT 3, 4 dan 5 masih ada puluhan rumah yang tergenang banjir meski air sudah surut. Semuanya ada 150 rumah terkena banjir, di RT 3, ada 35 rumah, RT 4 sebanyak 56, rumah dan RT 5 sebanyak 59 rumah.

 

 

Opr PID Bid Humas

Bantuan Polisi

Survey

Bagaimana Pelayanan Kepolisian Daerah Sumsel ? ...
Sangat Puas
Puas
     Lihat hasil poling