PALEMBANG — Semangat disiplin, tanggung jawab, dan kewaspadaan menjadi sorotan utama dalam apel pagi Polda Sumatera Selatan yang digelar pada Senin (28/07/2025) di Lapangan Mapolda Sumsel. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Biro Logistik (Karolog) Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Santosa, S.I.K., M.Si., dan dihadiri oleh Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, S.H., S.I.K., serta seluruh pejabat utama, para Wadir, Kabag, Kasubdit, Kasubbid, hingga jajaran personel.
Dalam arahannya, Karolog menyoroti tingkat kehadiran personel yang dinilai belum maksimal. Sebanyak 88 anggota dilaporkan tidak hadir apel dengan alasan sakit, namun Karolog mempertanyakan validitas laporan tersebut. “Entah itu benar-benar sakit atau menyakiti diri sendiri dengan terlambat lalu melapor sakit. Semoga yang benar-benar sakit segera sembuh dan yang masih menyakiti diri sendiri segera disadarkan,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh harapan.
Karolog kemudian menekankan pentingnya pengawasan melekat dalam struktur organisasi Polri, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2022. Menurutnya, seluruh pejabat struktural dari level paling bawah hingga atas wajib melakukan pengawasan aktif terhadap personelnya. “Ini bukan hanya formalitas. Arahan, inspeksi, asistensi, supervisi hingga evaluasi harus benar-benar dijalankan. Itu hal yang sederhana tapi prinsip. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus kita laksanakan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Karolog juga menyampaikan atensi serius terhadap potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meskipun kemarau tahun ini diprediksi bersifat basah, bukan berarti ancaman karhutla bisa diabaikan. Ia menegaskan bahwa jajaran Polda Sumsel tidak hanya perlu siap membantu masyarakat dalam penanggulangan bencana, tetapi juga harus menjaga lingkungan markas dan rumah dinas dari potensi bahaya serupa.
“Kita kadang terlalu fokus keluar, tapi lupa menjaga rumah sendiri. Kejadian kebakaran di sekitar rumah dinas beberapa waktu lalu jadi alarm bahwa kita tidak boleh lengah,” ujarnya.
Selain soal disiplin dan karhutla, Karolog juga menyampaikan perubahan penting dalam prosedur penggunaan senjata api bagi personel. Kini, peminjaman dan penggunaan senjata api tidak bisa sembarangan. Ada sejumlah syarat yang wajib dipenuhi, mulai dari tes narkoba, pemeriksaan psikologi, hingga tidak memiliki catatan pengaduan masyarakat (dumas).
“Semua yang mengajukan pinjam pakai senpi wajib melalui tahapan wanjak oleh Irwasda untuk dinilai kelayakannya. Kita tidak main-main soal ini,” tegasnya, menandai komitmen Polda Sumsel dalam penegakan disiplin internal.
Mengakhiri arahannya, Kombes Pol Budi Santosa mengingatkan pentingnya sikap terbuka terhadap masukan, termasuk kritik dari masyarakat. Menurutnya, kritik bukanlah serangan, melainkan bahan introspeksi yang harus disikapi secara dewasa dan profesional. “Kritik itu peluang. Kita bekerja bukan untuk pribadi, tapi untuk institusi. Tetap disiplin, loyal, dan berintegritas,” pungkasnya.
Apel pagi tersebut menjadi pengingat kuat bagi seluruh jajaran Polda Sumsel akan pentingnya kedisiplinan, profesionalisme, dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tengah berbagai tantangan yang ada.
Bila ada permasalahan dan butuh bantuan Polisi silahkan hubungi :
Call Center : 110
NO BANTUAN POLISI, WA : 081370002110
"KAMI SIAP MELAYANI 24 JAM"
Jl. Jend. Sudirman No.KM.4, RW.5, Pahlawan, Kec. Kemuning, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
110
tribratanewssumsel@gmail.com
© TRIBRATANEWS POLDA SUMSEL. All Rights Reserved.